Thursday, March 31, 2005


Wanita Penjual Bubur Petis Yang pernah Naik Haji di Pasar PKL Bumiayu, bekas Kantor DPU, Bumiayu Posted by Hello

Andong Di Jalan Malioboro Yogya Posted by Hello

Parkir Andong Di Jalan Malioboro Yogya Posted by Hello
Pusat Bakpia Jl.Pathuk, Yogyakarta Posted by Hello
Pasar Bumiayu Pagi hari Posted by Hello

Wednesday, March 30, 2005


Wanita Perkasa habis berkebun Di Bukit Bulujingkang, Desa Bumiayu, Bumiayu.
Firmansyah Afandi

Wanita Perkasa Membawa Kayu Bakar Di Bukit Bulujingkang, Desa Bumiayu, Bumiayu.
Firmansyah Afandi

Wednesday, March 23, 2005

Berbakti kepada Ibu Bapak

Bismillahirrohmaanirohim
Alhamdulillahirobbil 'aalamin
Allohumma Sholli 'ala Muhammadin wasallim



Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
(QS. 4:36)

Qola Rosulullah saw:
'Inna likulli syajarotint samrotun wa tsamrotul qolbi al waladu'.
yang artinya:
'Sesungguhnya bagi tiap-tiap pohon itu ada buahnya, dan buah hati adalah anak'.
(HR Ibnu Umar)

Sungguh suatu kebahagiaan bagi seorang yang telah menikah jika mendapatkan titipan anak. Ketika kandungan mulai terdeteksi sebagai janin maka do'a-do'a keselamatan pun diluncurkan demi kelancaran kelahiran dan kecemerlangan masa depan si calon anak. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menyambut kelahirannya, bahkan terkadang sering merelakan kesempatan bertemu dengan teman sejawat di ajang munas ;). Semuanya dilakukan demi sang jabang bayi, yang belum tentu kehadirannya akan membawa kebahagiaan bagi orangtua di masa dewasanya kelak. Tapi sambutan diisi dengan pengorbanan senantiasa meluncur tak pernah habis, bagaikan air sungai yang mengalir tak pernah henti, sesejuk air mata yang tak pernah mengering berhenti, bagaikan pelangi yang senantiasa menyinari (naon deuih!). Itulah kebenaran dari hadits di atas, anak adalah buah hati orangtua. Hati adalah laksamana dari tubuh, maka segala daya tubuhpun dioptimalkan sang buah hati.

Seorang anak, belum tentu akan menyadari pengorbanan yang diberikan orangtuanya. Mungkin bukan pengorbanan istilahnya, tapi kasih sayang. Seorang anak banyak yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri: mendapatkan posisi terhormat di hadapan teman-temannya, mendapatkan nilai tinggi dalam pelajarannya, mendapat karir bagus dalam pekerjaannya, mendapatkan pasangan hidup menurut penilaiannya, mengasuh anak sesuai pola pengasuhannya, bahkan mungkin memperlakukan orangtua sesuai nilai yang dianutnya! (anaknya).

Bagi para aktivis yang tergabung dalam organisasi pergerakan keislaman, entah itu di kampus, masjid, organisasi politik, organisasi masyarakat, organisasi dakwah, dlsb, keinginan yang terbesar ialah berjihad. Terkadang, atau mungkin sering, keinginan untuk berjuang di jalanNya (yang sering disalah tafsirkan itu) mengalahkan kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orangtuanya.

Qola Rosulullah saw:
'Afdlolul a'maali ash sholaatu liwaqtihaa wa birrul waalidaini wal jihaadu fii sabilillaah'
yang artinya:
'Seutama-utamanya amal ialah sholat pada waktunya dan berbuat baik kepada ibu-bapak dan jihad fii sabilillah'
(HR Annas)

Maka jelaslah menurut hadits di atas bahwa peringkat amal yang utama ialah:
1. Sholat pada waktunya
2. Berbuat kepada ibu-bapak
3. Jihad fii sabilillaah

Jadi kalau ada seorang aktivis dakwah yang meninggalkan orangtuanya untuk alasan 'berjihad', agaknya kurang pas dengan hadits tsb.

Qola Rosulullah saw
Akbarul kabaa'iri al isyroku billahi wa qotlun nafsi wa 'uququl walidaini wa syahaadatidz zuuri
yang artinya:
'Paling besar-besarnya dosa besar ialah syirik kepada Alloh dan membunuh manusia, dan menyakiti hati ibu bapak dan sumpah palsu'.
(HR Annas)

Menyakiti hati kedua orangtua adalah salah satu dosa besar, bahkan menduduki peringkat ketiga dosa-dosa besar dari hadits tsb.Maka tentunya kita harus berhati-hati menyikapi keberadaan orangtua kita.

Ada suatu cerita

Pada zaman Rosulullah saw, ada seorang muda bernama Al Qomah. dia sangat kuat dalam perjuangannya, hingga oleh sahabat Annas disebutkan sebagai "Syadidil Ijtihad - 'Adhimush Shodaqoh"

Pada suatu ketika ia sakit keras yang tak ada harapan untuk sembuh. Istrinya lalu mendatangi Rosulullah saw. Diutuslah kemudian empat sahabat Nabi saw untuk mengetahui keadaan Al Qomah, yakni:
1. Bilal
2. Ali
3. Salman Al Farisi
4. Amar

Oleh para sahabt tsb, Al Qomah langsung diajarkan kalimah tauhid:
Laa ilaa ha illalloh

Tetapi Al Qomah lidahnya tak bisa mengucapkan kalimah tsb, walaupun telah dicoba berulangkali.

Keempat sahabat kemudian menghadap Rosululloh saw dan menyampaikan situasi tersebut.

Rosululloh lalu menanyakan apakah Al Qomah masih memiliki ibu bapak? Bilal menjawab bahwa ia masih memiliki seorang ibu yang telah berusia lanjut.

Bilal lalu diperintahkan menyampaikan perilah Al Qomah kepada ibunya, maka berangkatlah ia. Sesampainya di tempat Bilal menyampaikan salam dari Rosulullah saw lalu menyampaikan pesan beliau.

Singkat cerita, ibu Al Qomah lalu menghadap Rosulullah saw dan menceritakan bahwa Al Qomah lebih mementingkan istrinya daripada ibunya.

Rosululloh saw lalu memerintahlan bilal untuk mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Al Qomah.

Ibu Al Qomah yang masih mencintainya menangis melarang anaknya dibakar.

Rosululloh saw bersabda bahwa siksaan Alloh lebih dahsyat dan lebih kekal kepada orang yang durhaka kepada ibunya. Jika ibu Al Qomah mau memaafkan dan rido pada anaknya maka Alloh akan memaafkan dan meridloinya. Tidak ada manfaatnya segala amal dan shodaqoh Al qomah selama masih ada dosa durhaka kepada ibunya.

Maka ibu Al Qomah memaafkan dan memberikan ridlo kepada anaknya.

Kemudian diutuslah bilal untuk melihat Al Qomah, apakah ia sudah bisa mengucapkan kalimah tauhid? Bilal pun berangkat. Setalah sampai, ia mendengarkan Al Qomah bisa mengucapkan kalimah tauhid: Laa ilaa ha illalloh dengan lancar.

Demikianlah kemudian, Rosululloh saw datang menjenguk mayat Al Qomah, memerintahkan utnuk memandikan dan mengkafaninya lalu disholatkan.

Rosululloh saw lalu berdiri di tepi kibirnya dan bersabda:

"'Wahai kaum Muhajirin dan kaum Anshor, barangsiapa yang melbihkan istrinya dan mengalahkan kepada ibunya, maka tentulah lakant Alloh kepadanya, dan tak akan diterima daripadanya amal-amal ayng wajib maupun sunnat".

Demikianlah cerita tentang Al Qobah, seorang anak yang penuh militansi dalam perjuangan dan shodaqoh, namun lengah memperhatikan ibunya.

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua sebagai seorang anak agar bisa bersyukur kepada orang tua.

Alhamdulillaahirobbil 'aalaimin

Wallohu a'lam bishshowab

~ 22/03/05


Ucup Al-Bandungi
seorang pengamat dan penikmat kehidupan





Diambil dari milis daarut-tauhiid http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/message/22567

AMALAN PENOLAK MUSIBAH

AMALAN PENOLAK MUSIBAH ( bagian 2 )



SHALAWAT UNTUK RASULULLAH SAW

Sebagian orang saleh berkata : Sesungguhnya diantara sebab terbesar yang
dapat menolak takdir dan melenyapkan keruwetan hidup adalah banyak membaca
shalawat untuk Rasulullah saw. Karena sesungguhnya banyak membaca shalawat
untuk beliau termasuk perantara yang berguna untuk keamanan dari segala
ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah dengan ketinggian derajat di
Surga. Adapun dalil yang menguatkan argumentasi ini adalah sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Ubay ibn Ka'b, bahwa seorang laki-laki telah
mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah saw, maka Beliau
berkata kepada orang tersebut :

"Jika begitu, lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni." (HR. Imam
Ahmad, ath-Thabrani)

Shalawat atas Nabi saw, adalah wajib menurut kesepakatan ulama (Ijma'),
karena adanya firman Allah SWT :

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya," (QS. al-Ahzab : 56)

Shalawat dari Allah SWT adalah rahmat, Shalawat dari Malaikat adalah
permohonan ampun. Sedangkan Shalawat dari orang mukmin adalah doa.
Rasulullah saw bersabda :

"Setiap doa terhijab di bawah langit. Ketika Shalawat telah datang
mengantarnya, maka doa itu akan naik."

Dilain pihak, Rasulullah saw bersabda :

"Barangsiapa membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat
untuknya sepuluh kali."



TAQWA

Sesungguhnya taqwa adalah penyebab terkuat untuk mendatangkan kebaikan dan
menolak bencana dengan tanpa disangka-sangka. Allah SWT berfirman :

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan keluar dan memberikan rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,"
(QS. ath-Thalaq : 2-3).

Tafsir jalan keluar : Yaitu dari kesulitan dan kesedihan dunia dan akhirat
Tafsir rizki dari arah yang tiada disangka-sangka : Yaitu memberi rizki dari
arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.

Taqwa adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi maksiat. Siapa yang
telah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, maka
itulah hal terbesar yang dapat membukakan pintu kebahagian di dunia dan
akhirat.



MEMPERBANYAK ISTIGFAR

Allah SWT berfirman :

"Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan
kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan
mengadakan untukmu kebu-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai," (QS. Nuh : 10-12).

Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa, Rasulullah saw bersabda :

"Barangsiapa menetapi istigfar, maka Dia akan memberikan jalan keluar dari
setiap kesempitan, kebebasan dari setiap kesedihan, dan Dia akan memberinya
rizki dari arah yang tidak diperhitungkannya," (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan
Imam Ahmad).

Diceritakan bahwa seseorang telah mengadukan tentang paceklik dan kekeringan
kepada Hasan al-Bashri, maka beliau menasehati: "Mohonlah ampun
(beristigfarlah) kepada Allah."

Orang lain mengadukan tentang kemiskinannya kepada beliau, beliau
menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."

Satunya lagi datang mengadukan tentang masalah kebunnya yang ditimpa
kekeringan. Beliau menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada
Allah."

Yang lain lagi datang kepda beliau mengadukan masalah kemandulannya. Beliau
tetap menasehati: "Mohonlah ampun (beristigfarlah) kepada Allah."

Kemudian beliau membacakan ayat tersebut (QS. Nuh : 10-12), kepada mereka.

Disadur dari buku : Prilaku yang dapat memperpanjang umur dan merubah
takdir, oleh Ahmad Baghlabah, hal 119 - 129.

Monday, March 21, 2005

Titik Es dalam Hati

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang
pegawai, namanya Nick. Dia
sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab,
tetapi dia mempunyai
satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan
apapun terhadap hidupnya,
dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan
sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk
merayakan ulang tahun bos
mereka, semuanya pulang lebih awal dengan cepat
sekali. Yang tidak sengaja
terjadi adalah, Nick terkunci di sebuah mobil
pengangkut es yang belum
sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu
dengan keras, semua orang
di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya,
maka tidak ada yang
mendengarnya.

Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul
pintu mobil itu, suaranya
sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak
ada orang yang
mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil
menghelakan nafas yang
panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa
takut, dalam hatinya dia
berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di
bawah 0 derajat, kalau
dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati
kedinginan. Dia terpaksa
dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan
sebuah bolpen,
menuliskan surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja.
Mereka membuka pintu
mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut
menemukan Nick yang
terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick
untuk ditolong, tetapi
dia sudah tidak bernyawa lagi.

Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik
mobil untuk menghidupkan
mesin itu tidak dihubungkan, dalam mobil yang besar
itu juga ada cukup
oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah
suhu dalam mobil itu
hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati
"kedinginan"!!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu
rendah, dia mati dalam
titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi
dirinya sebuah hukuman mati,
bagaimana dapat hidup terus?

Percaya dalam diri sendiri adalah sebuah perasaan
hati. Orang yang mempunyai
rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu
saja, dia tidak akan
langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang
jalan kurang lancar.

Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri
sering langsung
memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan
suatu hal, sehingga kita
kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses?
Kehilangan banyak
kesempatan untuk belajar mandiri? Untuk jadi lebih
mengerti kehidupan ini?

Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor
dari luar, melainkan
hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh
diri kita sendiri,
biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu
tetap tidak akan
membantu.


Kiriman Email dari "azam kurniawan"

Friday, March 18, 2005


Masjid Baiturrahman, Banda Aceh setelah Tsunami

Derita Aceh, duka kita semua

Surat Untuk Izrail

Izrail,
tidakkah kau lelah?
nangroe aceh darussalam dan sumatra utara
--belum termasuk meulaboh—
malaysia
thailand
bangladesh
india
srilanka
maladewa
somalia
tanzania

kau sudah kirim langsung padaNya?
aku titip anak-anak ya?
mereka yang masih polos
masih lugu
masih lucu
gembira

jangan lupa habibah, dia masih ngompol
azizah, masih peluk boneka kalau tidur
fauzi suka main bola di atas kasur
abdul masih suka nangis sambil mengigau
...
...
sudahkah kau hantarkan mereka ke hadapanNya?
sudahkah kau lelapkan tidur mereka?

::Ambu Dian, Ambu-nya Devina, Diva, Daffa::
(Sebuah Puisi menggugah, diambil dari milis FLP Pusat)

Sahabat,
Masihkah kita bisa bersuka ketika saudara kita di Aceh berduka?
Masihkah kita bisa tertawa ketika saudara kita merana?
Masihkan kita bisa makan dengan enak, ketika saudara kita tak punya sebutir nasipun untuk dimakan?
Firmansyah Afandi

Monday, March 14, 2005


Sayur cah Kangkung dengan asapnya ..
Firmansyah Afandi

Foto waktu wisata di Musium Anggrek, Kebun Raya Bogor dengan temen Kerja Virama Karya
Firmansyah Afandi

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta
Firmansyah Afandi

Monumen Tugu Yogyakarta